Tuesday, August 6, 2013

Adakah Metode dalam Pembelajaran yang Paling Sempurna ?

Metode pembelajaran yang telah ditemukan oleh para pakar pendidikan tentu sudah diteliti, diujicobakan penerapannya.  Semua mendeskripsikan kegiatan belajar-mengajar daya upaya mencapai tujuan pembelajaran.  Metode pembelajaran mendeskripsikan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses belajar. Metode pembelajaran  mendeskripsikan pengalaman belajar siswa yang berproses sehingga jelas pentahapannya. Dari metode dapat kita lihat bagaimana  pengalaman belajar siswa berkembang sehingga siswa menguasai pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan menguatkan sikap yang terbentuk melalui proses belajar.
Tiap metode memiliki kebermaknaan tertentu terhadap hasil belajar siswa. Namun semua bergantung pada guru juga yang menggunakan metode. Bergantung pada keterampilannya menggunakan metode, bergantung pada factor-faktor lain yang mendukung kegiatan pembelajaran. jadi semua metode itu baik akan menjadi tidak baik kalau guru tidak tepat memilihnya dengan kompetensi yang digunakannya atau guru yang menerapkanya belum menguasai atau mendalaminya.
Penggunaan metode pembelajaran dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu, langsung dan tak langsung. Pengkategorian ini jika diurai lebih lanjut  keadaannya jauh sedikit lebih rumit daripada yang dapat dilihat secara sepintas. Tiap metode pembelajaran memiliki kelebihan, kekurangan, serta membutuhkan persiapan awal yang berbeda-beda. Kelebihan dan kekurangan bisa juga secara alami karena terkait erat pada metode yang lain. Guru perlu memiliki keterampilan khusus untuk mengaitkan tiap metode yang digunakan untuk memudahkan siswa menyerap materi pelajaran atau melakukan kegiatan yang telah dikemas oleh guru yang melakukan pembnelajaran.
Kita tahu pula bahwa metode pembelajaran adalah “benar” untuk pelajaran tertentu. Itu sangat bergantung pada banyak hal. Di antaranya, usia siswa, tingkat perkembangan siswa, pengetahuan yang sudah siswa kuasai sebelumnya,  di samping itu, bergantung pula pada materi yang harus siswa kuasai, pada mata pelajaran apa, SK-dan KD apa, dan indicator pembelajaran seperti apa, ketersediaan waktu, sumber belajar yang tersedia, serta waktu belajar yang digunakan seperti pagi, siang, sore dsb.
Yang cukup menyulitkan guru adalah memilih metode mengajar yang paling sesuai dengan kompetensi Dasar yang disampaikannya  serta sesuai dengan harapan siswa seingga dapat mengembangkan potensi belajarnya secara optimal. Siswa menyukainya karena metode sesuai dengan gaya mengajar dan suasana belajar. Motivasi belajar siswa meningkat karena siswa menyukai cara guru berinteraksi.
Sekali pun guru dapat memilih metode yang paling sesuai, namun  tak ada satu pun metode yang berhak mendapat julukan terbaik.  Oleh karena itu, guru perlu  mempertimbangkan dan menganalisis karakteristik khas tiap metode. Dengan memhami itu maka guru  terbantu memilih keputusan terbaik.
Apapun metode yang digunakan guru tetap mengacu pada pendekatan yang
digunakan dalam kurikulum yang sedang berlaku sehingga metode yang sudah sesuai akan dijiwai oleh pendekantan dan teori belajar yang digunakan.
    Dalam era lahirnya peserta didi, lahirnya subyek pembelajaran sebagai pengganti siswa atau murid maka semua metode harus diikuti sikap guru terhadaop siswa sebagai subyek bukan obyek yang diajar lagi. Guru  sebagai motivator, fasilitator dalam pembelajaran harus selalu mengajak siswanya untuk mengadakan refleksi terhadap proses yang telah dilaksanakan dikaitkan dengankarakteristik pembelajaran efektif, pembelajaran bermakna, pembelajaran berkualitas.
Di bawah ini terdapat sejumlah metode yang sangat populer yang  kami tampilkan sebagai bukti tidak ada satu metode pun di dunia ini yang sempurna, pasti ada kelebihan dan ada kekurangannya. Tugas guru adalah selalu siap- dan tanggap untuk memnfaatkan kelebihan-kelebihan dan mencari solusi terhadap kekurangan-kekurangan dari metode yang telah dipilihnya. Guru yang kreatif akan mengagendakan persoalan-persoalan umum yang dihadapinya di lapangan guna mencari solinya dengan tekni, strategi dan dan siasat yang dapat mengobati segala macam penyakit  dalam pembelajaran yang telah dal akan dilaksanakannya.
Mari kita amati beberapa sampel hasil pengamatan terhadap pelaksanaan beberapa metode sepert berkut ini:

A.    Tatap Muka (Directing Teaching)
Kelebihan:
1.    Memungkinkan mencapai target belajar yang sangat spesifik.
2.  Siswa dapat mendalami mengapa materi yang dipelajarinya penting.
3. Siswa dapat mengklarifikasi tujuan pembelajaran
4. Dengan cepat dapat mengukur materi yang telah siswa kuasai.
5. Metode ini digunakan secara luas oleh guru di mana pun
6. Baik digunakan untuk menjelaskan fakta yang spesifik dan keterampilan dasar.
7. Dapat membatasi kreativitas guru.

Kekuarangan:
1.    Memerlukan pengorganisasian materi pelajaran dengan baik dan persiapan keterampilan komonikasi yang prima.
2.    Tiap tahap pembelajaran perlu dirancang dan dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan.
3.    Dapat menghambat efektivitas pengembangan keterampilan berpikir level tinggi dan sangat bergantung pada tingkat kesulitan materi serta kompetensi guru.
4.     Materi pelajaran harus dikemas dengan baik sebelum pelaksanaan pembelajaran

Yang Perlu Guru Persiapkan:
Guru harus memiliki pemahaman bekal ajar siswa sebelum pembelajaran di mulai, memahami benar pengetahuan yang sudah siswa kuasai.


B.  Belajar Bersama (Kooperatif Learning)
Kelebihan:

1.    Membantu  meningkatkan keterladanan dan tanggungjawab
2.    Didukung dengan riset dengan teknik yang efektif.
3.    Siswa belajar bersabar, mengurangi mengkritik, dan lebih toleran.

Kekurangan:
1.     seluruh siswa bekerja optimal
2.     Siswa cenderung sulit berbagi jawaban.
3.    Siswa agresif cenderung mengambil alih bicara.
4.    Siswa yang cerdas menunjukkan dominasinya.

Yang Perlu Guru Persiapkan:
1.    Tentukan dengan jelas pengetahuan dan keterampilan yang hendak siswa pelajari
2.    Tentukan siapkan dan tentukan persyaratan agar siswa dapat bekerja dalam kelompok.

C.  Metode Guru
Kelebihan:
1.    Materi yang faktual dijelaskan secara langsung, dan logis.
2.    Diperkaya dengan inspirasi dari pengalaman guru
3.    Bermanfaat untuk kelompok belajar kelas besar.

Kekurangan:
1.    Sangat ditentukan oleh keterampilan bicara.
2.    Siswa selalu pasif.
3.    Proses belajar sulit diukur.
4.    Komunikasi satu arah.
5.    Tidak banyak mengapresiasi siswa
6.    Tidak diajurkan metode ini digunakan untuk siswa di bawah 5 tahun.

Yang Perlu Guru Persiapkan:
1.    Pembukaan dan kesimpulan harus disiakan dengan jelas.
2.    Efektivitas pembelajaran berkaitan erat dengan waktu dan ruang lingkup materi dan siswa.
3.    Sertai dengan contoh dan humor.

D.  Ceramah-Diskusi
Kelebihan:
1.    Memberi ruang kepada siswa untuk berpartisipasi, paling tidak setelah ceramah selesai.
2.    Siswa dapat ditantang bertanya atau mengklarifikasi.
3.    Guru dapat menyelingi ceramah dengan diskusi

Kekurangan:
1.    Sedikitnya waktu yang bersisa menjadi kendala diskusi.
2.    Efektivitas diskusi sangat bergantung pada ketepatan pertanyaan dan diskusi sehingga guru harus berpindah atara menjelaskan dengan diskusi.
Yang Perlu Guru Persiapkan:
1.    Guru harus menyiapkan pertanyaan yang akan memicu diskusi.
2.    Guru harus mengantisipasi tingkat kesulitan pertanyaan dan mesepon pertanyaan siswa dengan tepat

D.  Menghadirkan Pakar
Kelebihan:
1.  Kehadiran ahli dari luar memberikan opini berbeda
2.  Dapat memprovokasi dan menghangatkan diskusi
3.  Seringnya mengundang pembicara yang berbeda dapat memelihara minat siswa.

Kekurangan{
1.    Kepribadian pembicara membayangi keberhasilan dalam penyampaian materi.
2.    Seorang ahli belum tentu sebagai pembicara yang baik.
3.    Materi yang dibahas belum tentu sesui dengan yang siswa harapkan.
4.    Tidak cocok untuk siswa kelas dasar.

Yang Perlu Guru Persiapkan:
1.    Guru sebaiknya menjadi salah satu panelis.
2.    Guru menyajikan ringkasan.
3.    Guru mengarahkan panel
Dari beberapa contoh hasil pengamatan dan pengalaman dari metode di atas, penulis berpenghapan agar semua guru tidak lagi memuilih metode yang terbaik
akan tetapi pandai memilih metode yang tepat serta dapat menerapkannya secara efektif sehingga akan menghasilkan pembelajaran yang efektif pula.

Sekedar Coretan dari: NURIL ANWAR,S.Pd. SMK NEGERI 10 MALANG



0 comments: